Kajian Rutin Ramadhan : Teladan Sahabiyah Jalani Ibadah Bulan Suci
Bergas - Ustadz Heru Abdurrozaq sebagai pengisi acara dalam kajian tiap Senin di bulan Ramadhan (02/03/26) di BRMP Jawa Tengah, mengangkat tema “Peran Sahabiyah di Bulan Ramadhan” .
Ustadz Heru menjelaskan bahwa sahabiyah memiliki peran besar dalam menghidupkan Ramadhan. Mereka tidak hanya menjalankan ibadah secara pribadi, tetapi juga menjadi penjaga ilmu, pendidik generasi, serta penggerak kepedulian sosial. Ramadhan dimaknai sebagai momentum pembentukan ketakwaan sebagaimana tujuan utama puasa dalam QS. Al-Baqarah: 183.
Lebih lanjut disampaikan, para sahabiyah meneladani kesungguhan Rasulullah ﷺ dalam beribadah, khususnya pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Mereka menghidupkan malam dengan shalat, dzikir, doa, serta i’tikaf. Selain itu, mereka juga berperan dalam pendidikan keluarga dengan membiasakan anak-anak berpuasa sejak dini serta menanamkan nilai kesabaran dan ketaatan, sehingga Ramadhan menjadi sarana pembentukan karakter spiritual dalam rumah tangga.
Kajian ini juga menyoroti perbedaan nilai antara praktik Ramadhan pada masa sahabiyah dengan kondisi saat ini. Jika dahulu kesederhanaan menjadi sarana melatih jiwa dan pengendalian diri, kini Ramadhan kerap identik dengan kelimpahan hidangan. Melalui refleksi ini, peserta diajak untuk kembali memahami bahwa hakikat puasa terletak pada pengendalian diri dan kedekatan kepada Allah, bukan sekadar pengalaman konsumtif.
Sahabiyah adalah wanita-wanita yang hidup di zaman Nabi Muhammad SAW, beriman kepada ajarannya, pernah bertemu dengan beliau, dan meninggal dalam keadaan Muslim. Tokoh utama termasuk Ummul Mukminin seperti Khadijah dan Aisyah, serta pejuang seperti Asma' binti Abu Bakar.